Minggu, 07 September 2014

Cara belajar anda gmn ?

Gaya Belajar Anda Visual,
Auditori, atau Kinestetik ?
Dalam buku Quantum Learning dipaparkan 3
modalitas belajar seseorang yaitu : “modalitas
visual, auditori atau kinestetik (V-A-K). Walaupun
masing dari kita belajar dengan menggunakan
ketiga modlaitas ini pada tahapan tertentu,
kebanyakan orang lebih cenderung pada salah
satu di antara ketiganya”.
1. Visual (belajar dengan cara melihat)
Lirikan keatas bila berbicara, berbicara dengan
cepat. Bagi siswa yang bergaya belajar visual,
yang memegang peranan penting adalah mata /
penglihatan ( visual ), dalam hal ini metode
pengajaran yang digunakan guru sebaiknya lebih
banyak / dititikberatkan pada peragaan / media,
ajak mereka ke obyek-obyek yang berkaitan
dengan pelajaran tersebut, atau dengan cara
menunjukkan alat peraganya langsung pada
siswa atau menggambarkannya di papan tulis.
Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus
melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya
untuk mengerti materi pelajaran. Mereka
cenderung untuk duduk di depan agar dapat
melihat dengan jelas. Mereka berpikir
menggunakan gambar-gambar di otak mereka
dan belajar lebih cepat dengan menggunakan
tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku
pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas,
anak visual lebih suka mencatat sampai detil-
detilnya untuk mendapatkan informasi.
Ciri-ciri gaya belajar visual :
² Bicara agak cepat
² Mementingkan penampilan dalam berpakaian/
presentasi
² Tidak mudah terganggu oleh keributan
² Mengingat yang dilihat, dari pada yang didengar
² Lebih suka membaca dari pada dibacakan
² Pembaca cepat dan tekun
² Seringkali mengetahui apa yang harus
dikatakan, tapi tidak pandai memilih kata-kata
² Lebih suka melakukan demonstrasi dari pada
pidato
² Lebih suka musik dari pada seni
² Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi
verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta
bantuan orang untuk mengulanginya
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak
visual :
1. Gunakan materi visual seperti, gambar-gambar,
diagram dan peta.
2. Gunakan warna untuk menghilite hal-hal
penting.
3. Ajak anak untuk membaca buku-buku
berilustrasi.
4. Gunakan multi-media (contohnya: komputer
dan video).
5. Ajak anak untuk mencoba mengilustrasikan
ide-idenya ke dalam gambar.
2. Auditori (belajar dengan cara mendengar)
Lirikan kekiri/kekanan mendatar bila berbicara,
berbicara sedang saja. Siswa yang bertipe
auditori mengandalkan kesuksesan belajarnya
melalui telinga ( alat pendengarannya ), untuk itu
maka guru sebaiknya harus memperhatikan
siswanya hingga ke alat pendengarannya. Anak
yang mempunyai gaya belajar auditori dapat
belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi
verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan.
Anak auditori dapat mencerna makna yang
disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi
rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal
auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang
mempunyai makna yang minim bagi anak auditori
mendengarkannya. Anak-anak seperi ini biasanya
dapat menghafal lebih cepat dengan membaca
teks dengan keras dan mendengarkan kaset.
Ciri-ciri gaya belajar auditori :
² Saat bekerja suka bicaa kepada diri sendiri
² Penampilan rapi
² Mudah terganggu oleh keributan
² Belajar dengan mendengarkan dan mengingat
apa yang didiskusikan dari pada yang dilihat
² Senang membaca dengan keras dan
mendengarkan
² Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan
tulisan di buku ketika membaca
² Biasanya ia pembicara yang fasih
² Lebih pandai mengeja dengan keras daripada
menuliskannya
² Lebih suka gurauan lisan daripada membaca
komik
² Mempunyai masalah dengan pekerjaan-
pekerjaan yang melibatkan Visual
² Berbicara dalam irama yang terpola
² Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada,
berirama dan warna suara
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak
auditori :
1. Ajak anak untuk ikut berpartisipasi dalam
diskusi baik di dalam kelas maupun di dalam
keluarga.
2. Dorong anak untuk membaca materi pelajaran
dengan keras.
3. Gunakan musik untuk mengajarkan anak.
4. Diskusikan ide dengan anak secara verbal.
5. Biarkan anak merekam materi pelajarannya ke
dalam kaset dan dorong dia untuk
mendengarkannya sebelum tidur.
3. Kinestetik (belajar dengan cara bergerak,
bekerja dan menyentuh)
Lirikan kebawah bila berbicara, berbicara lebih
lambat. Anak yang mempunyai gaya belajar
kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh,
dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk
diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk
beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa
yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak
dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik :
² Berbicara perlahan
² Penampilan rapi
² Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi
keributan
² Belajar melalui memanipulasi dan praktek
² Menghafal dengan cara berjalan dan melihat
² Menggunakan jari sebagai petunjuk ketika
membaca
² Merasa kesulitan untuk menulis tetapi hebat
dalam bercerita
² Menyukai buku-buku dan mereka mencerminkan
aksi dengan gerakan tubuh saat membaca
² Menyukai permainan yang menyibukkan
² Tidak dapat mengingat geografi, kecuali jika
mereka memang pernah berada di tempat itu
² Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian
mereka Menggunakan kata-kata yang
mengandung aksi
Strategi untuk mempermudah proses belajar anak
kinestetik:
1. Jangan paksakan anak untuk belajar sampai
berjam-jam.
2. Ajak anak untuk belajar sambil mengeksplorasi
lingkungannya (contohnya: ajak dia baca sambil
bersepeda, gunakan obyek sesungguhnya untuk
belajar konsep baru).
3. Izinkan anak untuk mengunyah permen karet
pada saat belajar.
4. Gunakan warna terang untuk menghilite hal-hal
penting dalam bacaan.
5. Izinkan anak untuk belajar sambil
mendengarkan musik.
Gaya belajar dapat menentukan prestasi
belajar anak. Jika diberikan strategi yang sesuai
dengan gaya belajarnya, anak dapat berkembang
dengan lebih baik. Gaya belajar otomatis
tergantung dari orang yang belajar. Artinya, setiap
orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-
beda. Bagaimana dengan gaya belajar Anda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar