“Saya tidak bisa dihipnosis” demikian komentar
seorang klien saat pertama kali jumpa saya.
“Saya sudah menjalani hipnoterapi tapi
terapisnya tidak berhasil menghipnosis saya.
Kata terapisnya saya adalah tipe klien yang tidak
bisa dihipnosis” begitu komentar klien lainnya.
Banyak orang yang masih salah mengerti
mengenai kondisi trance atau hipnosis. Menurut
mereka trance adalah suatu kondisi yang
diciptakan oleh terapis. Yang benar, klien
mengikuti dan merespon sesuai dengan
bimbingan terapis sehingga mereka mengalami
kembali kondisi kesadaran alamiah yang disebut
dengan trance .
Trance atau kondisi hipnosis adalah
kondisi pikiran yang secara alamiah
dialami setiap individu. Dalam
menjalankan aktivitas sehari-hari setiap
individu pasti secara alamiah dan
berkelanjutan masuk dan keluar kondisi
trance . Kedalaman trance yang mereka
masuki berbeda antara satu individu
dengan yang lain dan juga berbeda dari
waktu ke waktu. Semuanya terjadi secara
alamiah dan mudah.
Berhubung trance adalah sesuatu yang alamiah
dan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup
maka seringkali orang tidak menyadarinya.
Akibatnya, mereka sulit mengendalikan kapan
mau masuk dan keluar dari trance. Dan yang
lebih sulit lagi mereka tidak bisa secara sadar
atau sengaja masuk ke kedalaman trance
tertentu.
Berikut ini adalah beberapa contoh fenomena
trance alamiah yang sering kita alami:
1.Peristiwa Penjelasan Kedalaman Anda sedang mengendarai sepeda motor atau mobil. Pikiran sadar Anda sibuk memikirkan hal lain dan tanpa di sadari Anda telah tiba di tujuan. Hipnosis jalan raya atau hi-way hypnosis.Light trance
2.Anda berusaha mengingat kembali informasi yang pernah Anda dengar, lihat,atau baca.Pencarian ke dalam diri,mengaksesmemori.Light trance
3.Melamun,pikiran melayang atau
membayangkan sesuatu.Aktivitas
pikiran sadar berkurang.Light trance
4.Saat sedang asyik melakukan sesuatu,pikiran dan perhatian kita tercerap pada kegiatan itu dan tanpa disadari waktu berlalu begitu
cepat. Distorsi waktu yang disebut
dengan kontraksi waktu. Medium to
deep trance
5.Anda pulang kerja dan duduk di depan tv.Lima menit kemudian Anda menjadi agak mengantuk
sambil terus menyaksikan acara televisi.Pikiran sadar Anda tidak lagi
aktif saat menyaksikan tv.Medium trance
6.Waktu masih kecil, kepala
atau lutut Anda terantuk dan cukup sakit.Anda menangi.
Ibu datang mengusap-usap bagian yang sakit sambil berkata, “Nah…
sekarang sudah tidak sakit.Sakitnya sudah Ibu ambil.Sudah nyamankan…”,dan tiba-tiba sakitnya hilang.Anestesi dengan
sugesti oleh figur otoritas.Medium
trance
7.Saat sedang fokus membaca
buku atau bekerja di depan komputer Anda tidak mendengar
suara orang memanggil Anda.
Halusinasi negatif auditori. Deep trance
8.Anda mencari kunci dan tidak
berhasil menemukannya.Padahal
kuncinya ada di depan Anda tapi Anda tidak bisa melihatnya.Halusinasi negatif visual. Deep trance
9.Waktu pacaran,waktu berlalu begitu cepat.Sehari terasa
seperti satu jam.Distorsi waktu yang
disebut dengan kontraksi waktu.
Deep trance
10.Anda mengalami luka namun tidak merasakannya.Beberapa saat
kemudian Anda baru menyadarinya.
Anestesi spontan Deep trance
11.Anda berbaring di ranjang dan
ingin tidur.Tiba-tiba merasa tubuh
Anda menjadi kaku dan tidak bisa
digerakkan.Orang menyebut kondisi ini dengan istilah “ketindihan”.
Katatonia Very deep trance
Lalu, apa hubungan uraian di atas dengan
hipnoterapi ?
Hipnoterapi adalah proses yang dilakukan secara
sistematis dan terstruktur dengan tujuan
menimbulkan trance atau kondisi hipnosis
alamiah dalam diri klien dan menggunakannya
untuk tujuan perubahan dan modifikasi perilaku
yang bersifat terapeutik.
Dalam membantu klien, sebelum melakukan
terapi, terapis secara sengaja, terstruktur, dan
sistematis membimbing klien, dengan teknik
tertentu, untuk mengakses dan memunculkan
trance yang biasa klien alami. Berbeda dengan
trance yang secara alamiah klien alami, yang
sangat sulit atau tidak bisa mereka kendalikan
secara sadar, terapis, dalam proses membantu
klien, bisa membimbing klien masuk ke
kedalaman trance tertentu, memperdalam
trance, atau justru mengurangi kedalaman
trance yang dialami klien sesuai dengan tujuan
dan teknik terapi yang digunakan. Terapis dapat
mempertahankan klien di kedalaman trance
tertentu, melakukan terapi, dan setelahnya
membimbing klien keluar dari trance.
Dengan pemahaman ini, saat klien mengatakan
bahwa ia tidak bisa dihipnosis atau tidak bisa
masuk kondisi hipnosis saat dibimbing oleh
terapis maka yang terjadi sesungguhnya adalah
klien, karena sesuatu hal, biasanya karena
adanya perasaan takut, tidak merespon
bimbingan terapis sehingga tidak bisa mengakses
kondisi trance alamiah yang biasa ia alami.
Kemungkinan lain klien tidak bisa dibimbing
masuk kondisi hipnosis atau trance adalah
karena memang terapisnya tidak cakap. Bisa
juga terjadi klien sebenarnya sudah trance
namun ia merasa tidak atau belum masuk kondisi
hipnosis karena pemahaman yang kurang tepat
atau salah tentang trance .
Beberapa pemahaman yang salah ini antara lain
saat dalam kondisi hipnosis seseorang akan
kehilangan kesadaran, atau pikirannya berhenti
total, atau tubuhnya menjadi sangat rileks
sehingga sulit/tidak bisa digerakkan, atau tidak
bisa memikirkan hal lain, atau tidak bisa
mendengar suara lain selain suara terapis, atau
ia akan menjadi seperti robot yang melakukan
apapun yang diminta oleh terapis.
Dengan memahami kedalaman trance dan
fenomena mental dan fisik pada setiap
kedalaman trance , terapis dalam membimbing
klien ke kedalaman tertentu demi kebaikan klien.
Misalnya untuk melakukan regresi, terapis akan
membimbing klien ke deep trance. Untuk
anestesi dengan sugesti, terapis hanya perlu
membimbing klien ke medium trance . Bila
anestesi ini untuk operasi besar atau membantu
wanita melahirkan dengan nyaman maka
kedalaman yang dibutuhkan adalah deep trance .