Kita tahu dan juga sangat dianjurkan
untuk berbuat baik atau melakukan
kebaikan. Kita juga sangat dianjurkan
untuk bisa mengembangkan
perasaan belas kasih (compassion )
pada sesama. Semakin sering
melakukan kebaikan, semakin kita
mengembangkan perasaan belas
kasih, kita akan menjadi pribadi yang
semakin baik dan semakin bahagia.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa
melakukan kebaikan mengaktifkan
wilayah otak yang sama dengan
yang diaktifkan oleh obat-obatan
adiktif. Orang yang melakukan
kebaikan merasakan kegembiraan
atau kebahagiaan karena otak
menghasilkan opiat endogen yang
lebih dikenal dengan endorfin.
Endorfin adalah morfin yang
dihasilkan secara alamiah oleh tubuh
dan memberi efek “high” sama
seperti morfin atau heroin.
Saat kita melakukan kebaikan otak
tidak hanya menghasilkan endorfin
namun juga serotonin, dan dopamin.
Ini sangat membantu meningkatkan
suasana hati dan membuat kita
merasa lebih positif dan optimis.
Endorfin, yang memiliki pengaruh ke
tubuh seperti morfin, juga dapat
mengatasi rasa sakit yang diderita
seseorang.
Bila kebaikan yang kita lakukan
melibatkan interaksi dengan orang
lain maka otak akan menghasilkan
hormon oksitosin yang berfungsi
memperkuat ikatan perasaan dengan
orang lain. Dengan demikian
kebaikan sangat baik untuk
mengatasi suasana hati yang kurang
baik dan meningkatkan perasaan
bahagia.
Oksitosin adalah neuropeptida yang
tersusun dari sembilan asam amino
dan berperan dalam meningkatkan
rasa percaya antarindividu,
membantu proses pencernaan,
mengurangi radang, mengurangi
simtom IBS, membuat kita mampu
membaca emosi yang sedang
dialami orang lain, dan melindungi
dari kanker. Oksitosin berperan dalam
kontraksi yang dialami wanita saat
melahirkan dan juga membantu
wanita menyusui menghasilkan lebih
banyak ASI.
Manfaat lain melakukan kebaikan
adalah menunda penuaan. Penelitian
tahun 1999 di California melibatkan
1.972 responden yang dilakukan oleh
The Buck Institute of Age Reseach,
California, menemukan bahwa para
relawan yang aktif membantu di dua
atau lebih organisasi memiliki tingkat
mortalitas 44% lebih rendah daripada
mereka yang bukan relawan.
Otak manusia pada dasarnya
dirancang untuk mengalami perasaan
belas kasih. Dengan demikian belas
kasih adalah kondisi alamiah kita. Itu
sebabnya saat kita melihat
penderitaan atau kesusahan orang
lain tanpa perlu upaya sadar kita bisa
merasa kasihan dan berharap orang
lain itu bisa segera mengatasi
masalahnya dan menjadi bahagia.
HaI ini tampak dari hasil pemindaian
otak. Saat seseorang melihat orang
lain menderita atau sakit secara
otomatis wilayah otak yang
menangani perasaan belas kasih
aktif. Otak, dalam hal ini, tidak bisa
membedakan apakah penderitaan
atau sakit ini dialami oleh diri sendiri
atau orang lain.
Belas kasih juga dapat dilatih
sehingga menjadi semakin kuat. Dari
penelitian yang dilakukan pada para
rahib Buddhis Tibet ditemukan
bahwa praktik meditasi cinta kasih
yang mereka lakukan selama
bertahun-tahun telah memengaruhi
wilayah otak lobus frontal kiri, satu
wilayah otak yang memang
berhubungan dengan perasaan belas
kasih. Para peneliti juga menemukan,
melalui pengukuran, bahwa “daya
listrik” otak para rahib Buddhis ini
sangatlah kuat dan jauh melampaui
hasil pengukuran pada orang biasa.
Apa hubungan cerita di atas dengan
meditasi cinta kasih?
Sebelum melanjutkan uraian perlu
dijelaskan terlebih dahulu tentang
meditasi cinta kasih (MCK)
atau loving-kindness meditation.
Meditasi adalah upaya sadar untuk
menjadi sadar, sadar akan keadaan
sekeliling, sadar akan gerakan
pikiran, sadar akan kondisi sadar.
Intinya, meditasi adalah kita selalu
sadar dan hidup di saat ini.
Dalam konteks meditasi cinta kasih,
yang dilakukan biasanya dengan
postur duduk yang nyaman dan mata
tertutup, maka meditasi adalah upaya
sadar untuk mengarahkan perhatian
dari fokus luar ke dalam, ke objek
meditasi.
Manfaat MCK yang dilakukan secara
teratur dan konsisten sangat
signifikan. Penelitian yang dilakukan
tahun 2008 oleh psikolog Barbara
Frederickson dari University of North
Carolina, melibatkan 139 orang,
menunjukkan bahwa melakukan MCK
secara konsisten selama tujuh
minggu meningkatkan perasaan
positif seperti cinta, bahagia, syukur,
puas, pengharapan, rasa diri
berharga, perhatian, girang, dan
kagum. Semua ini memengaruhi
pelaku meditasi dalam banyak hal.
Mereka merasa lebih tahu tujuan
yang ingin dicapai dan merasa lebih
mampu menjalani hidup dengan lebih
baik. Mereka juga menikmati
peningkatan kualitas kesehatan dan
relasi yang lebih baik.
Manfaat lain dari eksperimen ini yaitu
emosi positif yang mereka rasakan
dan alami setiap minggu semakin
meningkat seiring praktek meditasi
yang mereka lakukan. Menggunakan
skala Likert, di minggu pertama
terjadi peningkatan emosi positif
sebesar 0,06 unit untuk setiap jam
meditasi. Namun setelah praktik
meditasi selama tujuh minggu, setiap
jam meditasi setara dengan
peningkatan emosi positif sebesar
0,17 unit.
Riset lain menemukan bahwa
mempraktikkan MCK sangat baik
untuk mengatasi rasa sakit.
Penelitian di tahun 2005 melibatkan
orang yang mengalami sakit
punggung bawah kronis, melakukan
MCK selama delapan minggu secara
signifikan mampu mengurangi rasa
sakit, perasaan cemas, kemarahan,
dan stres.
Pertanyaannya sekarang adalah
bagaimana mungkin hanya dengan
duduk, menutup mata, dan
melakukan MCK kita bisa mendapat
begitu banyak manfaat seperti yang
telah dijelaskan di atas?
Semua ini bisa terjadi dan dipahami
bila dijelaskan dari sudut ilmu
pikiran. Salah satu sifat pikiran, lebih
spesifik lagi pikiran bawah sadar,
yaitu tidak bisa membedakan hal
nyata dan imajinasi. Dengan
demikian saat kita menutup mata
dan melakukan MCK bagi pikiran
bawah sadar apa yang kita
imajinasikan benar-benar terjadi. Dan
respon fisik mengikuti imajinasi kita.
Sama seperti bila kita diminta
menutup mata dan membayangkan
minum air jeruk nipis yang masam.
Hanya dengan membayangkan
melakukan hal ini air liur kita keluar
dengan deras seolah-olah benar-
benar sedang minum air jeruk yang
masam.
Lalu, bagaimana cara melakukan
MCK?
Lakukan langkah berikut:
· Duduk dengan posisi yang nyaman.
Kaki tidak harus dalam posisi bersila.
Anda bisa duduk di kursi dan kaki
menapak lantai. Intinya, tubuh Anda
rileks dan nyaman.
· Fokus pada napas, napas masuk,
napas keluar, untuk beberapa saat.
· Saat pikiran dan tubuh sudah terasa
tenang dan nyaman niatkan untuk
membayangkan diri Anda.
· Setelah gambar diri Anda muncul,
ucapkan dalam hati “Semoga Anda
sehat dan bahagia” berulang kali
sambil dari hati Anda mengirim
perasaan sayang dan cinta Anda
kepada diri Anda yang ada di dalam
gambar mental Anda.
· Setelah dirasa cukup, ganti gambar
diri Anda dengan orang dekat atau
keluarga Anda, orang yang Anda
kasihi. Lakukan hal yang sama
seperti yang telah Anda lakukan pada
diri Anda sendiri. Lakukan
bergantian, satu per satu.
Selanjutnya munculkan gambar teman
atau rekan kerja Anda. Lakukan hal
yang sama.
· Lakukan hal yang sama kepada
orang yang telah menyakiti hati
Anda, orang yang telah melukai hati
Anda, atau musuh Anda.
Anda tidak harus melakukan MCK ini
kepada banyak orang dalam satu
sesi. Anda bisa melakukannya dalam
beberapa sesi. Misal, dalam sesi
pertama Anda melakukan MCK pada
5 orang. Di sesi berikutnya Anda
lakukan lagi pada 5 orang. Demikian
seterusnya. Lakukan konsisten dan
dapatkan manfaatnya.
Minggu, 24 Agustus 2014
Manfaat Meditasi Cinta Kasih
Langganan:
Postingan (Atom)